h1

Kapan Ibu Hamil Boleh Berenang?

November 22, 2011

Renang adalah olahraga yang dianjurkan para dokter kandungan bagi ibu hamil, bahkan  pada kehamilan bermasalah atau kehamilan kontra indikasi absolut.

Ny. Santi yang sedang hamil 5 bulan, akhirnya  tak tahan juga dengan kondisi tubuhnya yang kian  hari kian  terasa tidak fit.  Habis, sejak hamil bulan pertama, dia berhenti olahraga, sih.  Sedang di rumahnya, dengan adanya  Si Bibik, Ny. Santi relatif kurang kegiatan. “Mas, antar aku ke counter baju renang, yuk. Mulai besok aku mau berenang, ah,”  ujar Ny. Santi  sambil menggandeng tangan suaminya di mal,  sore itu. Sang suami agak heran. “Sejak kapan kamu  tertarik berenang?” “Lho, Mas ingat nggak pesan  dokter Tam-Tam (dokter kandungan Ny. Santi)? Selama hamil, kan aku harus tetap aktif,   termasuk berolahraga. Rasanya badanku juga nggak enak nih, sudah mesti dibawa gerak. Aku pilih renang saja, deh,” jawab Ny. Santi.  “Aman nggak sih, Ma? Waktu trimester pertama dulu kan, hamil Mama sempat ada ada fleknya?” kejar suami Ny. Santi lagi,  kali ini bernada khawatir. Ny. Santi  cuma senyum. Tangannya asyik membolak-balik gantungan baju renang. “Renang itu olahraga paling aman buat ibu hamil, Mas, termasuk buatku. Tenang, aku sudah konsultasi ke dokter, kok.” “Iya, deh. Asal jangan terlalu capek, ya,” pesan suami Ny. Santi sambil manggut-manggut.

Aman, Sehat, Segaaar!

Memang benar, Bu. Kalau ada olahraga yang  aman dilakukan selama hamil, termasuk pada kehamilan trimester pertama yang serba rawan itu, jawabannya adalah renang. Bukan  cuma kalau kandungan ibu  normal, bahkan  jika kandungan bermasalah atau kehamilan dengan kontra indikasi absolut, misal, pernah melahirkan prematur,  mengalami kehamilan dengan kondisi placenta previa  (ari-ari menutupi jalan lahir),  wanita hamil dengan panggul sempit, atau kehamilan dengan kontra indikasi relatif, seperti ibu hamil dengan anemia,  pembesaran kelenjar gondok,  diabetes,  hamil sungsang, hamil dengan badan terlalu kurus atau terlalu gemuk,   atau hamil yang pernah mengalami perdarahan pada trimester pertama — tapi bisa dihentikan, ibu hamil masih tetap bisa melakukan olahraga air ini, setelah berkonsultasi dan dengan pengawasan dokter.

 

Renang  bisa dikategorikan salah satu jenis aerobik dengan gerakan-gerakan tubuh tertentu yang dilakukan  dengan cara mengambang di air.  Dokter kandungan menganjurkan ibu hamil melakukan olahraga ini sebagai pilihan saat hamil, lantaran   ketika hamil suhu  dalam rahim satu derajat lebih tinggi daripada suhu tubuh ibu. Dengan berenang,  suhu badan Anda tidak akan cepat meningkat. Sehingga risiko terjadinya gangguan pada janin akibat suhu tubuh  yang meningkat dengan cepat,  bisa berkurang.

Berenang juga termasuk olahraga yang dilakukan dengan  gerakan tenang, perlahan, dan tanpa benturan, sehingga tidak akan ‘menggoncangkan’  rahim.

Selain memperbaiki sistem pernapasan dan jantung, olahraga ini juga menguatkan otot tubuh, khususnya otot bagian kandungan,   juga punggung, perut, dan kaki. “Berenang juga  meningkatkan kebugaran tubuh selama hamil dan menjelang persalinan. Ini karena  sejuknya air  pasti menyegarkan dan memiliki efek memijat,” ujar spesialis  kedokteran olahraga, dr. Sadoso Sumosardjuno, D.S.O.R. Hm, asyik kan, Bu?

 

Pilih-pilih Gaya

Meski aman dan banyak manfaatnya bagi  ibu hamil,   tidak berarti olahraga renang dapat dilakukan tanpa aturan main. Yang pasti, ibu hamil harus mempertimbangkan keadaan  janin dalam kandungannya. Jadi, aturan main sebelum nyebur antara lain, mencermati pilihan gaya renang, waktu latihan, intensitas latihan, dan pemanasan sebelum renang. Khusus kehamilan bermasalah,  jangan lupa ngobrol dulu dengan dokter ya, Bu. Menurur dr. Sadoso,  gaya berenang yang dianjurkan untuk ibu hamil adalah gaya bebas dan gaya dada. Ini mengingat gerakan  kedua gaya ini tenang, perlahan, tanpa benturan.

 

Gaya punggung tidak dianjurkan karena posisi tubuh  Anda dalam keadaan telentang. Dalam posisi ini dikhawatirkan  terjadi penekanan pada pembuluh darah di bagian belakang rahim, karena menahan berat janin. Padahal, pembuluh darah ini akan mengalirkan darah dari bagian bawah kembali ke jantung. Akibat penekanan  peredaran darah  bisa terganggu. Selain gaya punggung,  gaya kupu-kupu  juga… jangan, deh.  Maklum, gaya kupu-kupu banyak melibatkan gerakan di bagian pinggang.  Gerakan yang terlalu banyak ini  kurang  baik bagi janin, sebab dikhawatirkan akan menimbulkan ‘benturan’  yang  mempengaruhi kondisi janin.

 

O ya, meski kalau sudah ketemu air asyiknya luar biasa, sebaiknya ibu hamil tidak kelamaan berenang. Cukup 15 menit, Bu. Memang betul suhu kolam dapat menahan kenaikan suhu dalam kandungan, tapi berenang lebih dari 15 menit  bisa membuat suhu dalam kandungan meningkat lagi, sehingga bisa membahayakan janin.

 

Selain itu, sebaiknya ibu berenang  sebelum pukul 10.00 atau sesudah pukul 15.00. Pada waktu-waktu tersebut sinar ultraviolet matahari tidak  terlalu akan merusak kulit (kecuali jika ibu berenang di kolam renang  tertutup) dan tak membuat kulit hitam.  Suhu udara yang panas bisa berdampak negatif bagi janin.

Dokter Sadoso juga berpesan, bagi ibu hamil yang sebelumnya tidak pernah berolahraga, sebaiknya berenang secara bertahap. Awalnya, jangan berenang selama 15 menit terus-menerus tanpa istirahat. “Kalau Anda memaksakan diri, otot tubuh bisa cedera. Bagi yang sudah terbiasa berenang sekali pun, berenang tak boleh dilakukan lebih dari 15 menit. Perlu diingat sekali lagi, porsi  latihan berlebihan akan meningkatkan suhu dalam kandungan, yang bisa membahayakan janin,” demikian dr. Sadoso. Anjuran dr. Sadoso ini dibenarkan perenang nasional Elfira Rosa Nasution, yang selagi mengandung putra pertama dan kedua,  Nigel  (2 tahun) dan Nicole (1 tahun), tetap berenang. Kata Elfira, meski dia berprofesi atlet dan instruktur renang, selama hamil  semangat  berenangnya juga dia ‘rem’, tuh. “Saya berenang dengan sangat pelan.  Santai.  Pokoknya tidak dengan target,  tidak pakai tenaga,  dan tidak dilakukan terus-menerus. Tiap 1-2 kali lintasan saya berhenti dulu, ngobrol sama teman.  Setelah itu berenang lagi, sampai kira-kira 10 lintasan,” cerita Elfira yang selama hamil hanya memilih  renang gaya  bebas. O ya, Bu, batasi juga frekuensi renang.  Cukup 3-4 kali seminggu,  secara berselang-seling hari latihannya.

 

 

Sedang Demam, Prei Renang

 

Ibu hamil yang sedang sakit, khususnya demam,  tidak dianjurkan berenang. Suhu tubuh Anda yang panas sudah mempengaruhi janin, apalagi jika  Anda berolahraga.  Saat berolah tubuh ini,  mau tak mau, kan suhu tubuh meningkat.  Ini juga alasan mengapa pengidap tekanan darah tinggi  (di atas 170/100) juga tidak dianjurkan berenang saat hamil, bahkan justru harus istirahat. Sebab istirahat salah satu cara menurunkan tekanan darah.

Wanita dengan riwayat keguguran  berulang (abortus habitualis) juga sebaiknya tidak  berenang. Karena dikhawatirkan, gerakan-gerakan selama renang mempertinggi risiko terjadinya keguguran lagi. Jika Anda siap berenang, jangan lupa melakukan pemanasan  3-5 menit. Tujuannya agar otot tubuh tidak  mudah cedera. Soal pemanasan ini, kalau selagi tidak hamil kita biasa melakukan stretching (peregangan) ditambah lari keliling kolam renang, selama hamil  pemanasan  cukup dilakukan dengan menggoyangkan kaki dan tangan,  guna pelemasan. Setelah berenang, jangan lupa pula melakukan pendinginan. Persiapan lain sebelum masuk kolam adalah jangan makan apa pun  minimal 2 jam.  Biar tak mual atau muntah!

Setelah selesai berenang, jangan pula langsung ngebakso atau makan makanan berat lainnya.  Akibat proses pembakaran dalam tubuh,  sebagian besar darah  masih berada di lambung. Jika Anda makan sesuatu, makanan itu tidak akan tercerna  dengan baik, dan perut menjadi kembung. Tunggulah 15 menit setelah berenang. “Tetapi minum setelah renang sangat dianjurkan. Walaupun berada di air, di dalam tubuh telah terjadi pembakaran dan  pelepasan cairan, yang harus diganti dengan air minum,” demikian dr. Sadoso.

Reference : http://www.mail-archive.com/balita-anda@indoglobal.com/msg16578.html

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: