h1

Membebaskan Diri dari Pola Makan tak Sehat

Juni 25, 2010

Apa yang kita makan akan mendefinisikan lingkar pinggang kita. Itu mengapa sangat penting untuk mengenali cara menikmati makan seperti apa yang bisa membuat tubuh ramping jauh dari kenyataan. Berikut panduannya :

1. Anti mengemil.
Menaikkan bobot karena: Kita berpikir dengan mengemil berat badan akan naik sesuka hatinya. Ini tak sepenuhnya benar, sebab ketika kita berhenti mengemil maka mindset akan mengarahkan untuk makan terlalu kenyang saat jam makan tiba. “Yang salah bukan mengemilnya tapi camilan yang kita kunyah yang tidak sehat,” ucap Tara Gidus RD., juru bicara American Dietetic Associatin.

Gidus mengingatkan, mengemil sangat diperlukan tubuh agar kadar gula darah kita tetap stabil. Sebab selalu ada jeda antar jam makan, apabila kita membiarkan tubuh kosong tanpa makanan selingan, maka tubuh tidak punya energi untuk melakukan metabolisme. Walhasil menggunakan seluruh energi untuk proses itu yang kemudian membuat kita merasa lapar lebih cepat.

Cara memperbaikinya : Berilah sedikit kesenangan bagi tubuh dengan cara mengemil makanan sehat dengan kandungan kalori 100-300. Perhatikan juga jenis camilan yang kita kunyah. “Dari pada mengemil kue cokelat atau permen, lebih baik nikmati biskuit gandum utuh yang berukuran sedang. Konsumsi sebanyak kurang lebih 3-5 keping,” Gidus menyontohkan. Bisa juga dengan menjadikan semangkuk kacang almon, wortel, dan yogurt sebagai pilihan.

2. Mengemil depan televisi.
Menaikkan bobot karena:
Brian Wansink, profesor dari Cornell University dan penulis buku Mindless Eating punya data yang menyebutkan 20-60 persen orang yang makan di depan televisi akan menngunyah lebih banyak makanan, dibanding yang makan tanpa menonton televisi.

Pada saat kita menonton televisi, kita menjadi tidak fokus pada makanan yang kita nikmati. Walhasil makanan yang masuk ke mulut kita hanyalah sekadar ‘pemanis’ suasana.

Cara memperbaikinya : Jika merasa butuh camilan untuk mendampingi acara menonton telivisi, cobalah pilih camilan sehat seperti buah atau salad. Selain kedua camilan tersebut popcorn atau biskuit gandum utuh juga bisa menjadi pilihan. Batasi juga seberapa banyak camilan itu harus dinikmati. Atau buat dulu perut kita kenyang baru duduk di depan sofa televisi, sehingga kita tidak tergoda untuk mengemil lagi.

3. Makan setiap kali bad mood.
Menaikkan bobot karena: Makanan hanya mengalihkan rasa sedih atau frustrasi dalam hitungan menit. Bahkan salah memilih makanan justru membuat energi negatif itu bertahan lama. Misalnya makanan yang tinggi karbohidrat yang akan memproduksi tryptophan, sejenis asam amino.

Oleh otak, asam amino tersebut memang dibutuhkan untuk memproduksi serotonin. “Serotonin akan membuat kita tenang, tapi hanya sesaat,” ucap Judith Wurtman, PhD, penulis The Serotonin Power Diet.

Cara memperbaikinya : Dari pada langsung membuka lemari makanan, lebih baik menenangkan diri. Tarik nafas dengan perlahan agar jantung kita kembali tenang memompa darah dan membuat otak tidak memproduksi rasa panik. Atau alihkan emosi dengan berjalan, menonton film, atau menelepon sahabat. “Yang pasti jangan andalkan makanan berkarbohidrat. Jika memang terpaksa pilihlah gandum yang kaya serat serta rendah gula,” Gidus menyarankan.

4. Menerapkan rumus balas dendam di akhir pekan.
Menaikkan bobot karena: National Weight Control Registry pada 2004 mengungkapkan, responden yang secara konsisten menjaga pola makan sehat mereka selama 1 minggu penuh, mampu membuat tubuhnya tetap pada kondisi ideal. Setidaknya mereka 1,5 kali lebih stabil dibanding yang hanya makan sehat 5 hari dalam seminggu.

Cara memperbaikinya : Biasanya yang membuat kita gagal makan sehat saat akhir pekan adalah berbagai undangan untuk menghadiri pernikahan, ulang tahun, atau sekadar bercengkrama dengan teman-teman. “Karena itu, isilah perut sebelum pergi ke tempat acara. Porsi mini saja sudah cukup untuk mengendalikan nafsu makan berlebihan kita,” Gidus menyarankan seraya mengingatkan agar kita tidak mengonsumsi alkohol. Sebab alkohol bisa menjadi sumber kegagalan terbesar dari program diet kita.

5. Makan terlalu cepat.
Menaikkan bobot karena: Ini bisa mengacaukan perut kita. “Karena gigi tidak mengunyah dengan sempurna, maka produksi saliva sebagai pelembut makanan agar lebih mudah dicerna usus pun tidak maksimal bekerja,” Leslie Bonci, RD., direktur sport nutrition dari University of Pittsburgh Medical Center menjelaskan.

Apabila saliva tidak berhasil melembutkan makanan yang masuk ke mulut kita, maka usus harus bekerja lebih keras. Dari sinilah gangguan pencernaan bermula. Plus mengunyah terlalu cepat membuat otak tak bisa menangkap signal dari perut untuk mengatakan bahwa kita sudah kenyang. Setidaknya diperlukan 20 menit agar otak bisa menangkap signal itu dengan sempurna.

Plus sebuah penelitian membuktikan, perempuan yang makan perlahan membuat mereka makan lebih sedikit dibanding yang makan secepat kilat.

Cara memperbaikinya : Perlahan-lahanlah. Nikmati setiap makanan yang kita pilih dan biarkan saliva melembutkannya dengan sempurna. Serta biarkan juga otak menangkap rasa kenyang yang jelas dari perut kita.

Setelah mengerti di mana letak kesalahan kita, sudah waktunya untuk memperbaiki. Tujuannya hanya satu, agar impian kita memiliki tubuh proporsional akan menjadi kenyataan. Dan tentu saja ini semua akan membuat kualitas hidup kita lebih baik lagi. (Siagian Priska)

Reference :

http://preventionindonesia.com/article.php?name=/membebaskan-diri-dari-pola-makan-tak-sehat&channel=weight_loss%2Fstrategies_for_success

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: