h1

Bugar Agar Cerdas

Mei 23, 2010

Bagi John Medina, PhD., direktur Brain Center for Applied Learning di Seattle Pacific University, olahraga adalah “peluru” ajaib bagi otak. Sebab aktivitas fisik yang melenturkan otot itu membuat aliran oksigen berjalan maksimal sampai ke otak. Ini akan membuat kemampuan memori, fokus perhatian, dan pemecahan masalah kita tak pernah tumpul.

Medina menyimpulkan hal itu setelah mengamati responden melakukan jogging selama setengah sampai 1 jam, dengan intensitas 2-3 kali dalam seminggu. Responden diamati selama 12 minggu dan kemudian dilakukan berbagai rangkaian tes. Selama penelitian berlangsung kerja otak mereka naik hingga 30 persen. Tapi ketika mereka kembali ke kursi malas, berat badan mereka melebar hingga 10 persen dan kerja otak pun ikut melemah.

Melihat begitu besar efek berolahraga pada otak, Prevention membuatkan program 7 Hari Membentuk Tubuh Sambil Menajamkan Otak. Dan yang dapat kita lakukan dari hari ke hari adalah :

Hari ke-1 : Berjalanlah.

Mengapa berjalan bisa meningkatkan kerja otak kita? Penelitian yang dilakukan oleh University of Michigan menemukan kemampuan otak meningkat, khususnya kemampuan berpikir fokus, 20 persen ketika kita berjalan santai. Tapi tempat yang paling ideal adalah daerah yang masih sejuk atau pegunungan.

Sebab pemandangan alami ini membuat otak memproses informasi lebih baik karena tingkat ketenangannya lebih tinggi, ketimbang kita berjalan di taman kota. Demikian pemaparan Marc Berman, yang terlibat dalam penelitian tersebut.

Mengapa taman kota tidak memberikan efek sekuat berjalan di pegunungan? Berman menjelaskan, kebisingan suara kendaraan, warna-warna billboards, dan orang yang berlalu lalang akan membuat otak kita teralih setiap berpapasan dengan semua itu. Tapi kita bisa sedikit mengakali situasi dengan menggunakan iPod saat berjalan di taman kota. Selain membantu kita tetap fokus pada langkah kaki kita, alunan musik juga dapat membuat kita lebih tenang sehingga otak bisa menikmati relaksasi yang kita berikan.

Hari ke-2 : Tajamkan indera peraba.
Salah satu olahraga yang bisa melakukan peranan ini adalah tai chi karena membentuk keseimbangan kita. Penelitian juga menemukan fakta, olahraga tai chi membuat area otak yang bertanggung jawab pada indera peraba kita akan semakin terlatih. Umumnya saat kita memasuki usia 40an, bagian otak tersebut akan mengalami penurunan kerja. Itu mengapa pada penelitian yang dilakukan Harvard pada responden yang berusia 50-60 tahun dan melakukan tai chi, memiliki tingkat akurasi yang baik pada indera peraba mereka. Bahkan tingkat akurasinya hampir sama dengan yang berusia 30an.

Selain melakukan tai chi, kita juga bisa menajamkan kerja indera peraba kita dengan memeluk orang-orang tercinta kita. Hanya saja dengan melakukan tai chi, saraf-saraf mulai dari ujung jari sampai kaki akan lebih kuat sehingga peka terhadap setiap rangsangan.

Hari ke-3: Tambahkan Kecepatan Otak
Penelitian yang dilakukan pada 2007 menyimpulkan, responden yang melakukan sprint 2 sampai 3 menit dapat mengingat kata-kata baru lebih cepat 20 persen dibanding yang melewatkan latihan sprint. Lari cepat atau sprint masuk ke dalam olahraga kardio yang meningkatkan aliran darah hingga memicu kerja hippocampus yang memang bertanggung jawab pada daya ingat serta kemampuan verbal kita.

Saat aliran darah terpicu hingga ke hippocampus, maka sel-sel otak yang baru pun terbentuk. Ini membuat massa otak kita membesar dan berdasarakan penelitian yang dilakukan University of Pittsburgh, olahraga kardio dapat membesarkan wilayah hippocampus hingga 7 persen. Dan pada kenyataanya, hippocampus yang kecil ternyata membuat kita kesulitan mengingat nama orang.

Hari ke-4 : Latih Keseimbangan Kita.
Ternyata memang ada hubungan antara berolahraga untuk membentuk tubuh dengan ketajaman otak. Penelitian yang dilakukan di Kanada pada orang lansia dan melakukan olahraga angkat beban serta keseimbangan, mampu membuat responden mengambil keputusan lebih cepat plus tepat. Tak tanggung-tanggung kemampuan itu naik hingga 13 persen hanya dalam waktu 6 bulan.

Sebenarnya gerakan mengangkat tangan kanan dan kaki kiri secara bersama-sama dan perlahan adalah gerakan keseimbangan sederhana yang turut melatih otak. “Gerakan kompleks seperti ini akan membuat otak kita bekerja lebih cepat pada setiap level otak,” ucap John Martin, PhD, ahli saraf dari Columbia University.

Coba lakukan gerakan The Brain Muscle Workout yang diciptakan Michael Gonzalez-Wallace. Tak hanya membentuk tangan, lengan, perut, dan punggung tapi juga membuat kognisi kita lebih baik. Lakukan setiap gerakan sebanyak 10 kali dan ulangi hingga 3 set.

Balancing arm rise : Dengan posisi berdiri, letakkan kedua tangan di samping tubuh kita sambil memegang dumbbells. Tekuk kaki kanan dan angkat hingga sejajar dengan panggul sambil mengangkat tangan kiri kita ke arah langit-langit. Pastikan tangan kiri kita lurus saat melakukan gerakan tersebut. Turunkan kaki dan tangan, kembali keposisi semula. Ulangi gerakan untuk sisi tubuh sebaliknya.

Ballerina curl :
Berdiri dengan lebarkan kedua kaki, letakkan kedua tangan di samping tubuh. Sambil memegang dumbbell, pastikan telapak tangan kita menghadap ke depan. Tekuk lutut, turunkan panggul. Setelah itu angkat panggul ke posisi semula sambil mengarahkan dumbbell ke sejajar dengan bahu. Pastikan telapak tangan kita menghadap ke bawah. Saat melakukan ini, angkat tumit hingga kita seperti sedang dalam posisi jinjit. Kembali ke posisi awal dan ulangi pada sisi tubuh yang lain.

Coordination crunch : Berbaring di atas matras atau lantai dan kedua tangan memegang dumbbell. Tekuk siku hingga dumbbell sejajar dengan bahu kita sambil angkat kedua kaki kita hingga panggul dan kontraksikan perut. Secara perlahan buka kedua kaki hingga membentuk V seraya mengangkat pundak dan kepala kita menjauh dari lantai. Kembali ke posisi awal ulangi gerakan hingga 3 set.

Step and Pull : Dengan posisi berdiri, angkat kaki kanan kita kira-kira 30 sentimeter dari lantai. Kedua tangan memegang dumbbell di samping tubuh dengan posisi telapak tangan menghadap ke belakang. Tekuk lutut hingga lutut melebihi pergelangan kaki. Kembali ke posisi berdiri dan angkat dumbbell hingga menyentuh dada sambil mengarahkan lutut kanan sejajar dengan panggul. Tetap seimbang dan kembali pada posisi semula. Ulangi gerakan untuk sisi tubuh yang sebaliknya.

Hari ke-5 : Bermain-mainlah dengan bola.
Peneliti di Jerman menyimpulkan, dengan hanya melemparkan bola dari tangan kanan ke tangan kiri selama 10 menit dapat melatih konsentrasi kita. Karena ternyata saat melakukan gerakan tersebut, bagian otak yang melatih tingkat fokus kita ikut terasah.

Hari ke-6 : Lakukan latihan di hari ke-3 tapi kali ini ajak seorang teman.
Berlari bersama teman akan menekan kerusakan pada memori kita. American Journal of Public Health melaporkan, perempuan yang terbiasa berolahraga bersama teman-temannya dapat terbebas dari dimensia atau kepikunan hingga 26 persen. Plus berolahraga bersama teman membuat olahraga kita menjadi menyenangkan karena dapat saling memotivasi.

Hari ke-7 : Ulangi latihan di hari ke-4 sambil memejamkan mata.
Saat kita melakukan gerakan sambil membuka mata, sebenarnya kita meminta otak kita untuk menggunakan sirkuit-sirkuit yang tidak normal. Sebab menurut Martin, otak kita akan bekerja berdasarkan berbagai kombinasi sensor informasi dari tungkai, sendi, dan mata untuk mengordinasikan gerakan.

Sedangkan pada saat kita memejamkan mata, otak akan beradaptasi untuk setiap gerakan yang kita buat. Ini akan melatih kelincahan otak kita sehingga setiap kali berhadapan dengan hal-hal baru proses pencernaan informasinya berjalan cepat.

Jadikan latihan 7 Hari Membentuk Tubuh Sambil Menajamkan Otak ini sebagai olahraga baru kita selama 1 bulan penuh. Rasakan perubahan apa yang terjadi pada daya ingat, kemampuan verbal, dan pemecahan masalah kita. (Siagian Priska)

Reference :

http://preventionindonesia.com/article.php?name=/bugar-agar-cerdas&channel=pilihan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: