h1

Rahasia Ramping Alami

April 23, 2010

Ternyata rahasia sukses orang yang memiliki tubuh proporsional adalah mereka berhubungan baik dengan makanan. Sedangkan yang tak berhasil menyusutkan bobot, selalu “menyimpan” makanan di dalam kepala.

“Inilah yang kemudian membuat mereka tak bisa jauh dari makanan. Apapun dan kemana pun, yang dicari adalah makanan,” ucap David L. Katz, MD., yang merupakan asisten profesor kesehatan publik di Yale University.

Dari sinilah, para peneliti tertarik untuk mengamati bagaimana sebenarnya wanita dengan tubuh proporsional mempersepsikan, mengukur, dan menikmati makanan. Semua sudut pandang inilah yang secara alami mengarahkan mereka pada kebiasaan sehat untuk lingkar pinggang yang ideal. Mari kita pelajari dan aplikasikan bersama.

1. Lebih memilih cukup ketimbang kenyang.
Dari skala 1 sampai 10 dari ukuran kenyang, kebanyakan wanita berpinggang ramping memilih berada di level 6-7, ucap Jill Fleming, RD, penulis Thin People Don’t Clean Their Plates. Sedangkan kita, sebagian besar baru berhenti makan ketika level kita berada di 8 atau bahkan 10. Mengapa? Seringnya, menurut Fleming, karena kita mempersepsikan kenyang sebagai kebutuhan mutlak. Ini mengapa setiap makanan yang disajikan dalam porsi apapun harus dihabiskan.

Tiru dengan cara : mengerti benar bagaimana mengartikan tercukupi saat mengunyah makanan. Ingat, levelnya adalah 1 sampai 10. Dan ini harus dilakukan setiap kali kita memasukkan makanan ke dalam mulut. Tujuannya, agar alam sadar kita membentuk definisi cukup setiap kali menikmati makanan.

2. Tidak selalu mengartikan lapar sebagai kebutuhan untuk makan.
Setiap kali kita lapar, kita pasti mencari makanan. Padahal tidak setiap “nyanyian” perut adalah lagu meminta makanan. Menurut Judith S. Beck, PhD., penulis Beck Diet Solution, jika kita takut terhadap munculnya rasa lapar maka yang kita lakukan adalah menutupi rasa itu dengan makan berlebihan. Sedangkan mereka yang berhasil membuat berat badan tetap proporsional menyakini, rasa lapar akan datang dan pergi. Maka mereka mendengar dengan baik rasa lapar seperti apa yang sebenarnya membutuhkan makanan.

Tiru dengan cara : Coba sekali-kali jangan dengarkan “nyanyian” perut kita. Tahan diri untuk tidak mencari camilan di malam hari. Amati bahwa, kita masih bisa melakukan aktivitas meski tidak merespon pada rasa lapar tersebut. Jika iya, maka itu bukan rasa lapar sesungguhnya.

3. Tidak mengandalkan makanan untuk menghadapi masalah.
Kara Gallagher, PhD., ahli diet dari Louisville, menyakini orang dengan berat badan ideal sangat bisa menghindari dirinya menjadi emotional eater atau makan untuk mengalihkan stres.

Tiru dengan cara : Masukkan kata ‘menahan diri’ dalam kamus persepsi kita, Gallagher menyarankan. Kata ini yang nantinya tidak makan berlebihan saat marah, sedih, kesepian, atau kelelahan yang merupakan pemicu makan setiap kali ada masalah.

4. Makan lebih banyak buah.
Wanita dengan berat badan ideal sangat menyukai makanan berserat seperti sayur dan buah. Setidaknya ini yang dilaporkan oleh Journal of American Dietetic Association pada 2006 lalu.

Tiru dengan cara : Mari amati menu yang kita pilih setiap kali makan. Lihat mana yang lebih banyak, sayur dan buah atau daging dan karbohidrat? Usahakan untuk mengonsumsi buah dan sayur lebih banyak setiap harinya. Target awal, 2-3 porsi dalam satu hari. Jika berhasil memenuhi target ini, naikkan jumlahnya menjadi 5 porsi. Sebernarnya 5 porsi bukanlah hal yang sulit, sebab kita bisa menjadikan buah sebagai camilan.

5. Menjadikan makan sehat sebagai kebiasaan.
Katz yang juga penulis The Flavor Point Diet bercerita, wanita berperut rata secara konsisten menjalani pola konsumsi sehat mereka. Ini diawali dengan mengerti kebutuhan pola diet seperti apa bagi dirinya yang diikuti dengan konsistensi menjalani dengan baik.

Tiru dengan cara : Setiap pola diet memiliki level pemula, menengah, dan piawai. Artinya, mereka melakukan tahap demi tahap dengan konsisten. Jadi cobalah mengerti kebutuhan tubuh kita dan penuhi secara bertahap untuk sampai pada kebutuhan ideal.

6. Berolahraga dengan teratur
Mayo Clinic mengumumkan, sebagian besar wanita ramping, menghabiskan waktu untuk berolahraga 2,5 jam per hari. Ini membuat mereka berhasil menurunkan berat badan 15 kg dalam setahun!

Tiru dengan cara : Gallagher bercerita, sebagian besar dari kita menghabiskan 16-20 jam sehari hanya dengan duduk. Maka bergeraklah sesering mungkin. Sebab gerakan kecil akan membantu tubuh mengurangi lemak-lemak yang menumpuk. Bahkan 30 menit setiap harinya, sudah cukup ampuh mengikis lemak di perut. Tak sempat ke gym bukan menjadi alasan untuk tidak berolahraga sama sekali. Cobalah untuk jalan kaki selama 30 menit, untuk pinggang ramping yang kita inginkan.

7. Tidur yang cukup.
Ternyata wanita yang bertubuh proporsional, memiliki durasi tidur 2 jam lebih lama dibanding yang kelebihan berat badan. Adalah Eastern Virginia Medical School yang menyakini hal ini dari penelitian yang mereka lakukan. Sebabnya, saat kita menutup mata maka hormon rasa lapar alias leptin ikut diredam. Tak hanya itu, saat kita tidur, tubuh justru meningkatkan hormon rasa kenyang atau yang dikenal sebagai ghrelin.

Tiru dengan cara : Ayolah jangan terlalu pelit dengan diri sendiri, tambahkan 2 jam pada durasi tidur kita. Setidaknya dengan tidur cukup kita telah memberikan peluang bagi tubuh untuk tetap memiliki metabolisme yang prima.

Lengkapi rahasia ramping alami ini dengan selalu sarapan. Sebab National Weight Control Registry mencatat 78 persen dari 5 ribu orang, berhasil menurunkan berat badan hingga 15 kg dalam setahun, karena mereka selalu sarapan. (Siagian Priska)

Referensi :

http://preventionindonesia.com/article.php?name=/rahasia-ramping-alami&channel=weight_loss%2Fstrategies_for_success

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: