h1

Bee Venom (Racun Lebah)

Oktober 19, 2012
Dari berbagai produk lebah, racun lebah merupakan potensi yang paling efektif untuk pengobatan. Secara tradisional racun lebah digunakan dengan cara menyengatkan lebah hidup. Sengatan lebah dilakukan didaerah sakit, atau dapat juga dititik akupunktur, titik akupresur juga titik terapi lainnya.Informasi umum tentang racun lebah

Racun Lebah Madu adalah produk farmakologi aktif terkenal dari sarang lebah. Ini adalah produk dari aktivitas sekresi kelenjar khusus dalam tubuh lebah madu pekerja. Racun lebah yang dikumpulkan segar berbentuk cairan, transparan kekuningan dengan rasa panas pahit dan bau yang kuat.

Racun lebah tersusun secara kompleks dari berbagai komponen, yang mengandung sekitar 18 senyawa yang memiliki aktifitas biologis, Beberapa diantaranya hampir mustahil untuk disintesis dengan metode kimia. Saat ini sebagian besar senyawa biologis aktif sudah dipelajari dengan baik, serta sifat yang bermanfaatnya telah ditemukan (Krilov, 1995; Schmidt, 1996)

Bagaimana cara kerja racun lebah?

Racun Lebah adalah Peptida yang memberikan efek sistemik : anti inflamasi, anti jamur, anti bakteri, anti-piretik, merangsang permeabilitas pembuluh darah.

Mekanisme reaksi racun lebah di dalam tubuh – secara tidak langsung melalui sistem hormon dan secara langsung pada sistem kardiovaskular.

1. Cara tidak langsung, melalui sistem hormon.

Efek penyembuhan tidak langsung dari racun lebah disebabkan oleh rangsangan fungsi kelenjar adrenal melalui hipofisis. Dengan demikian proses ini lebih banyak menstimulasi hormon adrenalin yang dihasilkan kedalam darah seperti kortison dan hidrokortison. Hormon-hormon ini memberi efek penyembuhan, meningkatkan penolakan tubuh terhadap berbagai faktor yang tidak menguntungkan. Walaupun penyembuhan dengan racun lebah tidak selalu dihubungkan dengan stimulasi kelenjar adrenal saja.

2. Efek Racun Lebah terhadap sistem kardiovaskular secara langsung.

Racun lebah melebarkan pembuluh darah maka tekanan darah menurun. Racun lebah sangat efektif terhadap hipertensi, mengurangi coagulability darah dan meningkatkan kadar hemoglobin.

Ilmuwan Rusia telah menemukan bahwa racun lebah memberikan kontribusi untuk pembuluh kapiler dan distensi arteri kecil, meningkatkan sirkulasi darah ke organ yang mengakibatkan  peningkatan metabolisme. Karena racun lebah meningkatkan kandungan hemoglobin dan leukosit dalam darah dan menurunkan kekentalan darah dan coagulability darah, sangat membantu bagi orang yang memiliki kerentanan terhadap trombophlebitis. Racun lebah menyebabkan penurunan kadar kolesterol dalam darah, memberikan efek tonik untuk otot jantung, dan menurunkan tekanan darah.

Racun lebah (Bee Venom) meningkatkan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan, memperbaiki nafsu makan dan tidur, meningkatkan vitalitas. Hal ini baik untuk memperkuat tubuh dan menghilangkan rasa sakit. (Krylov, 1995)

Bahan aktif pada Bee Venom

Bahan-bahan aktif yang paling kuat dalam racun lebah adalah :

1.    Melittin – (55-58%) dari berat, peptida yang paling ampuh sebagai anti-inflamasi

  • memiliki sifat bakterisida yang kuat
  • merangsang pituitari untuk melepaskan ACTH (adreno-cortico-tropic hormone), yang merangsang kelenjar adrenal
  • untuk memproduksi kortisol – bagian dari respon penyembuhan tubuh sendiri
  • merupakan agen anti-inflamasi yang memiliki kekuatan 100 kali lebih kuat dari hydrocortisol,
  • saat diuji pada tikus dengan artritis (Alam, November 1974)
  • Para ilmuwan di Australia’s Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization of Molecular Science mengembangkan pengobatan kanker menggunakan melitin yang memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan obat lain yang digunakan untuk melawan penyakit.

2. Peptide 401- 2% – peptida merupakan zat anti-inflamasi yang kuat yang mengarahkan pada pelepasan histamin yang menciptakan tanda-tanda peradangan (bengkak, gatal, kemerahan, kehangatan) adalah zat penginduksi-kejang paling kuat pada manusia saat disuntikkan ke otak menambah memori jangka pendek pada tikus (uji maze)

3.    Fosfolipase A2 – 10% -12% enzim yang paling alergis dengan sifat hemolitik

  • ·   memberikan kontribusi terhadap sifat hemolitik dan memiliki tindakan sinergis dengan melittin.
  • ·   memiliki aktivitas radio-pelindung, mastocytolitic, dan histamin-release.
  • ·   tekanan darah depresi

4.    Apamin – sebuah peptida yang mempengaruhi sel saraf.

  • ·   menblokir pembentukan Ca2 ± bergantung pada jalur K+
  • ·   meningkatkan transmisi sinaptik jangka panjang
  • ·   mempersingkat durasi potensial aksi saraf

5.    Cardio peptida – zat anti-arrhythmic.

6.    Hyaluronidase – melarutkan perekat antara sel dan jaringan protein lainnya yang kuat.

Melunakkan lem (zat asam hyaluronic) yang menghubungkan sel-sel sehingga membuat jaringan atau ruang ekstra-seluler lebih permeabel. Ini memfasilitasi penyampaian zat penyembuhan dan penghapusan limbah atau zat beracun dari area yang rusak.

7.    Dopamin – neurotransmitter.

Neurotransmitter meningkatkan aktivitas motorik. Pada pasien Parkinson kondisi tersebut menurun dan pada pasien psikotik berlebihan, diobati dengan obat neuroleptik. Dopamin, bersama dengan serotonin dan catecholamines lainnya merupakan factor-faktor  dalam depresi.

8.    Adolapin – neurotransmitter.

Memiliki efek analgesik

Referensi Tulisan : http://tyanto.wordpress.com/2011/04/06/bee-venom-racun-lebah/

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: